Senin, 02 Mei 2016

TEKNIK API AJAIB ECIR


  • PDS
  • Relaksasi
  • Sinkron dgn TPSSA dan ECIR
  • Isi lilin yang akan di bakar dengan ECIR
  • Tulis permintaan Anda di kertas (yang berkaitan dengan hal2 yang perlu di hapus/diuapkan), contoh: hapuskan semua penyebab ketakutan dari mr.X secara cepat dan permanen, hilangkan penyakit ,,,,,,,, dari tubuh ini, hilangkan semua amarah yang ada di hati ini, dst.
  • Nyalakan lilin
  • Bakar kertas yang sudah ditulis, sambil Afirmasi: ya TPPSA hadirkan kekuatan Api ajaib ECIR untuk mengabulkan permintaan saya ini
  • Setelah terbakar:
  • Saya bersyukur pada TPSSA karena dgn Api ajaib ECIR mengabulkan permintaan saya (3x)



Lakukan sedikitnya 1x seminggu minimal 1 bulan

Sabtu, 23 April 2016

Test Instagram


Instagram

Kamis, 14 April 2016

SEKILAS PERJALANAN INTIReiki

Oleh: Emil Ibrahim


Tanpa terasa 13 tahun sudah kita lalui bersama dalam suka dan duka, dalam pencarian dan perjalanannya IR akan tetap berkomitmen pada misi awalnya yaitu : menyebarkan, membantu, menolong setiap insan tanpa memandang suku, agama, budaya, gender dan strata sosial untuk menemukan jati dirinya.
Semua yang telah kita lalui bersama merupakan suatu pengalaman, suatu pelajaran yang harus kita ambil hikmahnya, suatu  sejarah dari sepenggal perjalanan INTIReiki (IR) dimulai dari awal pembentukannya hingga saat ini dan kedepan nantinya.


Semua ini diawali dari perkenalan kami dengan Reiki  pada akhir tahun 1999 dimana adik kami – Erick Ibrahim, meminjamkan buku Reiki aliran Usui yang ditulis oleh Bp. Ismail dengan penjelasan kemampuan healingnya. Hal ini sangat menarik perhatian kami. Sebagai seorang dokter, hati kami tergugah dengan ide yang muncul yaitu, bagaimana bisa mengobati pasien tanpa memberi obat. Suatu hal yang tidak lazim dalam dunia kedokteran.

Mulailah kami mendalami Reiki. Seiring waktu, banyak ketidak jelasan dan ketidak puasan yang kami rasakan. Kamipun banyak berdiskusi dengan berbagai pakar dari berbagai agama, berbagai pakar aliran Reiki maupun non Reiki, serta menggali informasi dari berbagai buku dan internet, demi mencari kebenaran, kejelasan dan jawaban atas semua ketidak-puasan dari pertanyaan-pertanyaan kami.

Interaksi berbagai pengalaman dalam mempelajari ilmu kedokteran, dari hasil diskusi kami dengan berbagai pakar tersebut, juga berbagai ilmu beladiri yang kami pelajari, seni pernafasan, hipnosis dan yoga serta tasawuf, akhirnya membuahkan suatu interpretasi baru, sebuah pemahaman baru terhadap Reiki yang kami pelajari. Kami menemukan satu energi baru yang berbeda dengan Reiki, baik dalam teknik, power dan warna energinya, yang kemudian kami perkenalkan dengan nama INTIReiki.

 Nama INTIReiki (IR) mulai kami munculkan ke publik pertama kali lewat buku “Divine Spirit Through Essential Reiki” yang diterbitkan oleh  PT.Grasindo -- salah satu group Gramedia pada akhir tahun 2002. Buku ini selesai ditulis tahun 2001 bersama Dra. Aline Soelaeman, MM  kawan diskusi, murid IR dan teman kuliah yang juga seorang praktisi Yoga dari Bandung.

Rupanya penjualan buku “Divine Spirit Through Essential Reiki” cukup pesat dan banyak mendapat tanggapan dari pembacanya. Atas prakarsa tb.Gramedia - Daan Mogot pada -12 April  2003 bekerja sama dengan penerbit Grasindo dan tabloid SENIOR, diadakanlah lokakarya IR yang pertama bertempat di tb. Gramedia – Daan Mogot. Ternyata diluar dugaan kami, peserta yang hadir hampir 300 orang dari hanya 30 kursi yang disediakan panitia.



Sejak itu, kemudian Tabloid SENIOR mengajak kerja sama untuk membuat lokakarya IR berikutnya. Sejalan dengan waktu, alumni IR makin bertambah besar, disamping itu, muncul juga kebutuhan berkonsultasi dari para alumni yang memiliki masalah kesehatan. Sebab itulah, tak lama kemudian muncul Klinik IR yang disediakan SENIOR disalah satu ruang rapatnya di lantai 4. Awalnya hanya di buka hari Senin, namun karena banyak peminat dan jam praktek hingga pkl 01.00 pagi, akhirnya di buka juga hari Rabu. Klinik IR inilah yang kemudian tumbuh di SENIOR dengan nama rubrik dan Klinik Alternatif.

Pada saat klinik berjalan, biasanya para alumni sering berkumpul untuk sharing, meditasi bersama atau juga berlatih GP. Terjadi pertukaran informasi dari alumni lama ke yang baru. Pertemuan biasanya di akhiri dengan attunement energi baru. Kebiasaan inilah yang akhirnya menjadi program attunement rutin tiap Kamis malam. Dulu, attunement dilakukan tiap Kamis malam pkl 00.00. Namun banyak alumni yang protes, karena  --- terlalu malam — katanya. Akhirnya diputuskan, waktu attunement adalah pkl 21.00-21.30. Adanya klinik dan temu alumni ini juga melahirkan ide pelatihan IR Healer.

Sejalan dengan waktu, kebutuhan alumni juga terus berkembang dan terakumulasi. Mulai ada alumni yang minta pelatihan IR dan meditasi di tempatnya (waktu itu di tempat pak Hondo/ibu Ami juga di Studio Ekspresi ibu Jamal dan ibu Titien di Bekasi). Semuanya kami layani sebatas kemampuan (kebetulan waktu itu pelatihan di SENIOR tidak berlangsung tiap minggu). Semuanya berjalan dengan baik. Makin hari, jumlah permintaan pelatihan dan alumni terus bertambah secara cepat. Dibeberapa tempat, bahkan pelatihan berjalan rutin (Depok, Bekasi, Kelapa gading, Pasar Minggu, Yogyakarta, Purwokerto juga di SENIOR sendiri).


Dinamika alumni ini menumbuhkan keinginan membuat wadah untuk mengatur jadual pelatihan. Saat itulah kami berpikir ada baiknya IR membuat cabang di berbagai tempat itu, dengan di bantu oleh pak Dinanto (alm), pak Hondo, kami mulai mengatur jadwal pelatihan.

Pelatihan di luar SENIOR ternyata menumbuhkan berbagai gesekan dengan pihak SENIOR sendiri. Terutama karena menyangkut soal biaya dan jadwal dari dr.Emil. Ujung-ujungnya pihak SENIOR menggugat, pilih di SENIOR atau pilih alumni IR dari SENIOR? Sebuah pilihan yang sulit bagi kami. Masalahnya, kedua-duanya punya niat yang sama, membantu mengembangkan IR.

Kami mencoba mencari jalan tengah, dengan mengajukan MOU antara IR dengan Tabloid SENIOR, namun upaya ini gagal. Mei 2004 – Pelatihan IR di Senior di hentikan. Namun klinik tetap berjalan seperti biasa.
Tahun 2004, ini kami berhasil merampungkan buku kedua dan tahun 2005, terbitlah buku kedua IR, yaitu: Rahasia INTIReiki yang juga di terbitkan oleh Tabloid SENIOR. Pada tahun ini juga berdiri klinik-klinik IR di:

·     Jakarta Barat : Klinik Holistik IR SENIOR
    Dr.Emil, Gedung Senior, lt IV. Jl. Palmerah Barat 35-37. Telp (Tika) 021- 536 77 835 pswt 4363 & 4215.
·     Jakarta Selatan:
o  Fatimah Dwi Yanti, Cinere Estate, jln.Kemuning Blok F3 No.70. Telp.081311131958.
o  Klinik Holistik IR  METTA – Ps. Minggu (Pak Dinanto – Ibu Lita)
     Telp : 7815-423 / 0817-4809-462
·     Jakarta Utara: Klinik Holistik IR PINK LOTUS
    Ibu Ami, Kelapa Gading Griya, jln.Torompio JM/9. Telp 021-45841119.
·     Bekasi: Klinik Holistik IR REYDITA –
    Ibu Titin dan Ibu Jamal, Studio Ekspresi- Ruko Villa Galaxy. Jln. Pulo Ribung Blok FE 282°. Telp: 824 25081/0856-909-4568.
·     Tangerang: Klinik Holistik IR Ciledug (pak Frans) Telp:730-2970/0811980269 
·     Cabang Yogyakarta: 0815-8718-684 (Pak Abi)
·     Cabang: Purwokerto: 0812-2726-119 (Bu Lejar)


Sejak itu kelompok alumni IR SENIOR menjadi makin solid, kami tetap mengajar di berbagai pelatihan di luar SENIOR. Bahkan kelompok ini kemudian pada tahun 2005 memproklamirkan diri dengan nama wadah: Perkumpulan INTIReiki Indonesia (PIRI) dengan ketua umum Dr.Emil sendiri dan dibantu ketua harian pak Dinanto (alm). Dari PIRI inilah lahir buletin PROBONO PUBLIKO yang dikomandani oleh pak Tanto.

Alumni IR mulai di tata dengan adanya Kartu Anggota dan Iuran anggota. Muncul juga program mentoring dan MGM (Member get Member). Ini semua berkat upaya pak Dinanto.

Muncul juga Temu Alumni Tahunan, arisan pengurus dan pelatihan IR Trainer (IR-4). Pelatihan IR-4 ini di berikan kepada pengurus PIRI dengan harapan muncul trainer baru, pengajar – pengajar baru selain dr.Emil demi adanya regenerasi dan demi memenuhi semua keinginan untuk mengadakan pelatihan – pelatihan yang jadwalnya semakin padat.

Tahun 2006, perjalanan kami dan PIRI semakin mulus. Pelatihan dan kerja sama berkembang ke perusahaan dan instansi, seperti MEDCO, BNI, beberapa Yayasan agama, dengan kelompok pengajian, Vihara, bahkan pelatihan di SENIOR dibuka kembali. Sayangnya kerja sama ini tidak di’kawal’ dengan sebuah MOU. Akibatnya bisa ditebak, sejarah berulang, lagu lama hit  kembali. Terjadi kembali konflik antara PIRI dengan SENIOR.

September 2006,  kami melakukan reorganisasi PIRI sekaligus bertujuan memicu pengembangan Cabang IR. Dengan demikian, klinik Pasar Minggu diharapkan segera menjadi Cabang IR Pasar Minggu. Demikian juga klinik di SENIOR serta Klinik lainnya. Namun kendala SDM akhirnya menghalangi terbentuknya cabang-cabang ini. Kendala inilah yang memacu kami untuk segera mencetak IR Master yang mampu menjadi healer sekaligus pengajar IR. Harapannya, setelah mengikuti IR trainer, cabang-cabang ini segera tumbuh di seluruh bumi.

Pernah ada satu orang alumni bertanya, mengapa IR-4 tidak dibuka dari dulu? Sebetulnya tentang pelatihan IR trainer selalu dipromosikan pada pelatihan IR-1, hanya memang ada syaratnya, yaitu: “Boleh bagi yang sudah mengetahui Simbol dan Misi Pribadinya”. Sekarang kami hapus prasyarat itu, karena di dalam kurikulum IR, materi tersebut kami masukan pada IR-3.


01 Desember 2007- kami mulai melaksanakan pelatihan IR Trainer. Akibat kendala tempat, akhirnya pelatihan dilakukan di luar SENIOR. Rupanya pelatihan ini cukup menarik peminat, hingga direncanakan akan dilakukan lagi di SENIOR untuk angkatan selanjutnya.

Rupanya takdir berbicara lain, setelah Pemantapan IR Master di Anyer  1-2 Maret 2008 dan Pelatihan IR-1 di SENIOR 29 Maret 2008 terjadi perubahan policy mendadak di Gramedia. Pelatihan IR Trainer yang seyogyanya di laksanakan 5 April 2008, mendadak di batalkan. Kami pikir, mungkin peristiwa ini mengharuskan IR mandiri. Belakangan kami tahu, memang akhirnya klinik dan Tabloid SENIOR ditutup.

Kini INTIReiki, kami kembangkan dengan nama IR Center (IRC). IRC memang baru nama, kita belum punya tempat atau Klinik yang permanen.  Namun, dengan bermodalkan sejumlah alumni yang ikhlas dan bersemangat, kami optimis akan tumbuh cabang-cabang IRC di tempat-tempat lain.

Kami merasa sudah saatnya kita, mengumpulkan, membangun, menata kembali INTIReiki yang telah kita buat sebelumnya dengan tetap berpedoman  kepada komitmen awal berdirinya INTIReiki. Untuk membangun dan menata kembali INTIReiki, kami menghimbau seluruh alumni: mari kita duduk  bersama-sama, berkumpul,  bermusyawarah mencari jalan terbaik membangun INTIReiki, membentuk dan mengembangkan kembali cabang-cabang nya. 

Mari kita buka lembaran baru dengan menjunjung semangat kebersamaan dan kekeluargaan. Kita tidak terlepas dari masa lalu. Namun masa depan adalah yang utama. Kami hanya ingin mengembangkan IR yang terlepas dari persoalan-persoalan atas perbedaan-perbedaan. Kami ingin mengajak rekan-rekan alumni IR dimanapun Anda berada, dari alumni pelatihan IR dimana saja, lupakan semua memori masa lalu, lupakan semua perbedaan yang mungkin ada, kita adalah satu, “INTIReiki”. Mari kita bersatu, bersama-sama melebarkan INTIReiki  di bumi Tuhan yang Indah ini. SALAM IR !

New wesite

E-BOOK INTIREIKI 2023